Menu Tutup

Tuhanlah Gembala Sejati

Dalam Alkitab kita jumpai bahwa TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada umat-Nya secara spesifik. Terkadang Ia memperkenalkan sebagai sahabat, Anak Manusia, Mempelai laki-laki dan lain sebagainya.

Dalam Kitab Yehezkiel ini, Ia memperkenalkan diri sebagai Gembala Israel. Kitab Yehezkiel 34:1-16 memberi kepada kita alasan-alasan mengapa Ia memperkenalkan diri sebagai GEMBALA antara lain :

  1. Kinerja Para Pemimpin Rohani (Yeh. 34:1-10)
    Kondisi kehidupan orang israel saat itu sedang dalam pembuangan di Babel oleh karena pemberontakan mereka kepada TUHAN dengan Hidup yang melawan Perintah-Nya, dan kendati pun demikian sesungguhnya TUHAN tetap memelihara kehidupan mereka melalui hadirnya pemimpin-pemimpin Rohani.

    Bagaimana kehidupan para Pemimpin Rohani Israel ketika itu? ternyata sangat menyedihkan karena Kehidupan para Pemimpin Rohaninya gagal dalam melaksanakan mandat TUHAN bagi mereka. Padahal mandat adalah sebuah kepercayaan dan perintah TUHAN yang seharusnya dijalankan.

    Mereka mengabaikan tugas dan panggilan TUHAN atau hidup mereka untuk mengayomi umat TUHAN yang dipercayakan. Mereka Mementingkan kepentingan diri sendiri sehingga yang terjadi ialah Umat TUHAN menderita, hilang harapan, dan tercerai berai.

    Jadi sesungguhnya secara fisik, kehadiran para gembala atau pemimpin Rohani itu ada namun secara fungsi tidak ada karena hal ini nyata dari Firman TUHAN: “Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya — 9 oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN:,..” (Yeh. 34:8-9).

    Firman Tuhan ini mengingatkan kepada umat TUHAN pada umumnya dan khususnya Hamba Tuhan untuk bertanggung jawab atas setiap mandat yang diberikan. Karena mandat adalah sebuah kepercayaan dari TUHAN yang harus dikerjakan. Bila peran sebagai pemimpin rohani tidak dikerjakan dengan baik maka Ia akan mengambil alih, namun Ia tetap meminta pertanggungan jawab dari para pemimpin rohani sebab TUHAN menyatakan kehadiran dan pemeliharaan terhadap umat melalui kehadiran dan peran pemimpin rohani yang dipercayakan-Nya.
  1. Sifat ALLAH sebagai Gembala (Yeh. 34:11-13)
    Para gembala yang adalah pemimpin rohani bagi orang israel telah kehilangan fungsi dan peran. Namun TUHAN yang adalah pemilik kawanan domba sangat mengasihi dan Ia sendiri memperhatikan Umat-Nya (11).

    TUHAN akan mengambil alih tugas dan fungsi para gembala untuk mengumpulkan umat yang tercerai berai dan membawa mereka kembali ke negerinya (13) serta menjamin kebutuhan para domba milik kepunyaan-Nya sendiri.

    TUHAN yang akan memberi makan sebagaimana: “13 Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. 14 Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. 15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya”. (Yeh. 34:13-16).

    Inilah gambaran tentang peran dan tindakan Tuhan Yesus Kristus sebagai Sang GEMBALA sejati yang kepada-Nya umat harus percaya dan mempercayakan seluruh keberadaannya kepada TUHAN yang telah, sedang dan akan terus menggembalakan umat-Nya sebagaimana Daud menulisnya dalam Mazmur 23. TUHAN menjamin kehidupan umat-Nya di dunia ini dan Kelak di dalam kekekalan.
  1. Janji ALLAH tentang Kehadiran Gembala Sejati (Yeh. 34:25)
    Apa yang terjadi dalam kitab Yehezkiel ini memang menyampaikan kondisi real dari kehidupan orang israel yang sedang dalam pembuangan namun sekaligus merupakan gambaran tentang janji penyelamatan Tuhan terhadap umat manusia yang telah berdosa, kehilangan kemuliaan dan hidup terpisah dari Allah.

    TUHAN akan mengangkat gembala, yang akan lahir melalui keturunan Daud hamba-Nya (25) yang menjadikan TUHAN sebagai gembalanya (Maz. 23). Jadi, janji dalam kitab Yehezkiel ini juga mengacu pada janji mesianik sebagai penguasa yang akan datang, Daud adalah gembala, sama seperti TUHAN (Yesus Kristus) sendiri adalah Gembala sejati sebagaimana perkataan Yesus sendiri: “11 Akulah gembala yang baik.

    Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; …14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”. (Yoh. 10:11,14-16).

    Inilah saatnya bagi gereja Tuhan untuk menanti kembalinya SANG GEMBALA SEJATI Kita Yakni Yesus Kristus sambil terus memberitakan Injil Kristus sampai Ia datang kembali.

Kesimpulan
TUHAN yang adalah pencipta dan pemilik alam semesta dan kepada manusia Ia menyatakan diri-Nya sebagai Gembala dan memang sesungguhnya DIAlah Gembala Sejati. Gembala Sejati sedang memberi mandat kepada pemimpin rohani untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

Jika pemimpin rohani tidak menjalankan mandat yang diberikan-Nya dan domba-domba-Nya terlantar dan menderita, Ia akan mengambil alih tanggungjawab itu dan meminta pertanggungjawaban dari pemimpin Rohani.

Yesus Kristus adalah Gembala Sejati Kita. Ia senantiasa memelihara kita kawanan domba milik kesayangan-Nya. Ia tidak akan meninggalkan kita selama-lamanya.

“TUHANLAH GEMBALA SEJATI YANG SENANTIASA MEMELIHARA HIDUP UMAT KESAYANGAN-NYA”

Penulis : Pdt. Nelson Neno, MA
Gembala Sidang GKKA Jemaat Sendawar

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami