Latar Belakang

Keberadaan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) Indonesia Jemaat Sendawar pertama-tama diawali dengan persekutuan doa yang dilaksanakan oleh anak anak Tuhan yang berasal dari Jemaat GKKA Indonesia Tenggarong, Samarinda dan juga yang berada di wilayah Kutai Barat sendiri. Mereka berasal dari daerah masing-masing dan kemudian pindah dan bekerja di Kabupaten Kutai Barat yang baru dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Timur, Kutai Barat dan Kota Bontang.

Persekutuan doa ini direspon positif oleh Bapak Pdt. Yosua Darwis, Sm.Th (†), sehingga setiap awal bulan beliau berangkat dari Tenggarong ke Kutai Barat (± 300 Km) untuk melaksanakan ibadah bersama di rumah kontrakan Bapak Roheson, S.Sos, MM yang beralamatkan di Melak Ilir (Muara Siam) Kecamatan Melak.

Persekutuan doa ini terus diberkati Tuhan, ini dapat dilihat dari jumlah kehadiran anggota dalam setiap persekutuan selalu bertambah. Berdasarkan kebutuhan itu, maka munculah keinginan yang kuat dari pengurus persekutuan doa ini untuk membuka cabang GKKA INDONESIA di ibukota Kabupaten Kutai Barat yaitu Sendawar. Inisiatior Ide ini adalah Bapak DR. Drs. Yahya Marthan, MM dengan tujuan agar persekutuan ini lebih bertumbuh dan mandiri. Untuk memperkuat tujuan tersebut, pada bulan September tahun 2001 pengurus persekutuan doa mengundang beberapa perwakilan GKKA Indonesia di wilayah sekitar yang terdiri dari :

1. GKKA Indonesia Jemaat Samarinda (Ibukota Kalimantan Timur)
2. GKKA Indonesia Jemaat Tenggarong (Kab. Kutai Kartanegara)
3. GKKA Indonesia Jemaat Damai (Kab. Kutai Barat)

Rapat-rapat dilaksanakan di kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Kutai Barat dan dipimpin langsung oleh Bapak DR. Drs. Yahya Marthan, MM. Dari hasil rapat tersebut akhirnya disepakati secara bersama untuk membuka cabang baru GKKA INDONESIA di Sendawar dengan Jemaat Induknya adalah GKKA Indonesia Jemaat Damai.

Untuk melengkapi struktur kepengurusan sebagai salah satu persyaratannya, pada tanggal 5 Oktober 2001 kembali diadakan rapat yang dipimpin oleh Bapak DR. Drs. Yahya Marthan, MM dengan agenda memilih dan membentuk Majelis yang baru, dan hasilnya terpilih sebagai Ketua Majelis adalah Bapak Fransisko, S.sos.

Setelah terbentuk kepengurusan Majelis yang baru, pada tanggal 04 November 2001 diadakan kebaktian Minggu perdana GKKA Indonesia Cabang Sendawar yang dilayani oleh Bapak Pdt. Johan Pantauw (†), bertempat di rumah kontrakan Bapak Roheson, S.Sos, MM dan dihadiri ± 40 orang Jemaat.

Kebaktian perdana pada tanggal 04 November 2001 tersebut akhirnya dijadikan sebagai Hari Jadi / Hari Ulang Tahun GKKA Indonesia Jemaat Sendawar dan terus diperingati sampai hari ini.

Dalam perjalanan pelayanannya, GKKA Indonesia Cabang Sendawar memerlukan Hamba Tuhan yang siap melayani secara full time. Sambil menunggu ada Hamba Tuhan tersebut, GKKA Indonesia Cabang Sendawar dilayani oleh Gereja Induk yaitu GKKA Indonesia Jemaat Damai. Seiring perjalanannya dan berkat penyertaan Tuhan, pada bulan Februari 2002 ada seorang Hamba Tuhan yang siap melayani secara full time yaitu Bapak Ev. Nelson Neno, S.Th (saat ini beliau adalah Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar).

Selama ibadah dilaksanakan lokasi selalu berpindah tempat. Adapun beberapa tempat dalam melaksanakan ibadah di GKKA Indonesia Cabang Sendawar sebagai berikut :

1. Di rumah bapak Roheson, S.Sos dari 4 November 2001 sd. Januari 2002.
2. Di gedung BLPK dari 3 Februari 2002 sd. 5 Januari 2003
3. Di rumah bapak Roheson dari tgl. 12 sd. 19 Januari 2003
4. Di rumah bapak Aleksander 26 Januari 2003 sd. 11 April 2004
5. Di GKKA Jemaat Sendawar sejak tanggal 18 April 2004 s/d sekarang

Dari hari ke hari Tuhan selalu memberkati pelayanan yang ada di GKKA Indonesia Cabang Sendawar. Syarat-syarat pendewasaan dari Gereja Cabang menjadi Jemaat Penuh sesuai dengan Tata Dasar dan Tata Laksana Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia dapat terpenuhi.

Dan akhirnya pada tanggal 30 Juli 2004 Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Cabang Sendawar secara resmi ditahbiskan menjadi Jemaat Penuh, yaitu Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Sendawar.

Periode Ketua Majelis GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

2001-2002 : Bpk. Fransisko, S.Sos
2002-2004 : Bpk. Fransisko, S.Sos
2004-2006 : Bpk. Fransisko, S.Sos
2006-2008 : Bpk. Burhannudin Elia, S.Sos., MM
2008-2010 : Bpk. Burhannudin Elia, S.Sos MM
2010-2012 : Bpk. Burhannudin Elia, S.Sos MM
2012-2014 : Bpk. Pemilu, S.Hut, MP
2014-2016 : Bpk. Sahadi, S.Hut, M.Si
2016-2018 : Bpk. Sahadi, S.Hut, M.Si

GKKA INDONESIAJemaat Sendawar