RESENSI BUKU : 9 TANDA GEREJA YANG SEHAT

Mark Denver, seorang Gembala gereja yang mengutarakan 9 tanda yang penting dari gereja yang sehat. Meskipun masih dapat diperdebatkan masih banyak tanda-tanda lain, namun 9 tanda inilah yang esensial untuk dimiliki oleh sebuah gereja.

Berikut ini 9 tanda-tanda yang sehat:

Khotbah Eksposisional. Khotbah eksposisional biasanya dibicarakan sebagai lawan dari khotbah topical. Sebuah khotbah topical adalah seperti bab ini – khotbah topical mengambil subjek pembahasan dan membahas subjek tersebut, daripada mengambil sebuah teks tertentu dari alkitab sebagai subjeknya. Setelah menetapkan topiknya, pengkhotbah kemudian menyusun berbagai teks dari berbagai perikop Alkitab dan menggabungkan semuanya dengan cerita ilustrasi atau anekdot. Khotbah eksposisional adalah khotbah yang melayani firman. Khotbah eksposisional melandaskan kepercayaannya di dalam otoritas Alkitab – bahwa Alkitab sesungguhnya adalah Firman Allah; tetapi khotbah eksposisional memiliki pengertian yang lebih dari itu. Sebuah komitmen bagi khotbah eksposisional adalah sebuah komitmen untuk mendengarkan Firman Allah tetapi dengan sungguh-sungguh menyerahkan diri kepadaNya. Dengan berkomitmen untuk mengkhotbahkan sebuah perikop dari Alkitab dalam konteks, secara eksposisional – yaitu dengan mengambil apa yang ingin disampaikan perikop tersebut sebagai khotbah kita – kita seharusnya mendengar dari Allah hal-hal yang pada awalnya tidak bermaksud kita dengan ketika kita mulai mempelajari perikop itu.

Theologi Alkitabiah. Kita harus memahami Allah berdasarkan pernyataan-Nya tentang diri-Nya, bukan berdasarkan dugaan kita sendiri, bukan berdasarkan harapan kita sendiri, bukan berdasarkan keinginan kita berpikir tentang Allah.  Jika ingin menjadi sebuah gereja yang sehat dalam zaman seperti ini, maka kita harus sungguh-sungguh berdoa bagi para pemimpin gereja agar mereka memiliki suatu pemahaman yang alkitabiah tentang dan pengalaman yang membawa mereka untuk mempercayai kedaulatan Allah. Ajaran yang sehat, dalam kemuliaannya yang sepenuhnya dan alkitabiah, merupakan tanda dari gereja yang sehat.

Injil. Mendengarkan injil dengan benar akan mengguncangkan dasar hari. Mendengarkan Injil dengan benar akan membuat kita berubah. mendengarkan injil – bukan suatu perkataan yang menyenangkan tentang kebaikan anda, atau tentang kesediaan Yesus untuk menjadi teman semua orang dari berbagai latar belakang, atau bahkan perkataan yang meyakinkan tentang sebagian dosa dalam hidup ini sudah dibuang – tetapi mendengarkan pesan agung Alkitab tentang Allah dan kita? Dosa-dosa lama telah diampuni, hidup baru telah dimulai! Suatu hubungan pribadi dengan Allah anda, Pencipta, kini dan selamanya!

 Pemahaman alkitabiah tentang konversi. Panggilan untuk konversi, panggilan ini merupakan kebutuhan yang sangat agar kita berubah, yang disebut Alkitab sebagai konversi. Oleh anugerah Allah, sebagian dari kita telah mengalaminya. Jika belum mengalaminya, kita perlu berbalik dari dosa-dosa kita dan berpaling kepada Allah. Berubah sesuai dengan yang seharusnya mungkin kelihatan tidak mampu kita lakukan. Tetapi kabar baiknya adalah hal tersebut tidak mustahil bagi Allah. Kita hanya perlu memperhatikan perkataan Yesus: “bertobatlah, dan percayalah kepada kabar baik.”

Pemahaman alkitabiah tentang Penginjilan. Kita perlu melihat suatu komitmen yang diperbarui lagi, dan sukacita di dalam, hak istimewa yang kita miliki untuk memberitakan kabar baik tentang Kristus kepada dunia yang terhilang dan sekarat di sekitar kita. Kita bisa menjadi orang Kristen saat ini karena ada orang lain yang telah dengan setia menjalankan perintah ini, marilah kita berdoa agar oleh karena kesetiaan kita saat ini berbuah dengan orang-orang lain yang datang dan diperdamaikan dengan Allah di dalam Kristus.

Pemahaman Alkitabiah tentang keanggotaan gereja. Efesus 5:25 “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”  Kisah Para Rasul 20:28 mengingatkan kita bahwa Dia telah membeli gereja-Nya ”dengan darah Anak-Nya sendiri” jika kita adalah pengikut Kristus, kita juga akan mengasihi gereja yang telah ditebus dengan darah Anak-nya sendiri.

Maka janganlah sekedar menghadiri sebuah gereja, tetapi bergabunglah di sebuah gereja. Bergandengtanganlah dengan orang-orang Kristen yang lain. Temukanlah sebuah gereja di mana kita bisa bergabung, dan lakukanlah sedemikian rupa supaya orang-orang non-Kristen akan mendengar dan melihat injil, supaya orang-orang Kristen yang lemah bisa diperharikan, supaya orang-orang Kristen yang kuat bisa menyalurkan kekuatan mereka dengan cara yang baik supaya para pemimpin gereja bisa dikuatkan dan ditolong, supaya Allah bisa dimuliakan.

Disiplin Gereja yang Alkitabiah. Kita harus mempraktikan disiplin gereja karena, dengan kerendahan hati dan kasih, kita ingin melihat hasil yang baik. Sejak permulaan, Yesus telah memerintahkan para muridNya untuk mengajar orang-orang menaati semua yang telah diajarkan-Nya (Mat. 28: 19-20). Allah akan memiliki suatu umat yang kudus untuk mencerminkan karakter-Nya. Jika kita ining melihat gereja kita sehat, kita harus secara aktif saling memperhatikan satu sama lain, bahkan sampai menegur. Hal itu sangat praktis, bukan, ketika sampai kepada pemahaman tersebut – segala pembahasan tentang gereja, hidup baru, konvenan, hubungan yang sungguh-sungguh.

Perhatian terhadap pemuridan dan pertumbuhan. Menjadi Kristen bukan berarti kita sempurna, tetapi bahwa hati kita ingin mencari Tuhan. Jika kita bisa menjadi orang Kristen, itu karena kita telah menumbuhkan suatu kerinduan di dalam diri untuk menjalani suatu kehidupan yang semakin menyenangkan Dia. Pertumbuhan seperti itu adalah sebuah tanda dari kehidupan rohani yang sejati, dan tanda lain dari sebuah gereja yang sehat.

Kepemimpinan gereja yang Alkitabiah. Sebagai anggota-anggota secara individu, kita harus sanggup bersyukur kepada Allah untuk para pemimpin yang diberikan-Nya ke tengah-tengah kita, mengakui bahwa mereka memang diberi karunia untuk itu, dan mempercayai mereka. Dalam Efesus 4, Paulus berbicara tentang para pemimpin sebagai karunia Allah bagi gereja. Empat sifat yang harus diusahakan oleh pemimpin gereja (pendeta):  Junjunglah kebenaran, junjunglah kepercayaan, bersikap positif, bersikaplah khusus.

Mark Denver diawal buku ini menyampaikan bahwa mungkin banyak para ahli menyampaikan banyak aspek untuk gereja yang bertumbuh namun Mark Denver menyatakan setidaknya 9 aspek ini sangat esensial dan wajib untuk dimiliki oleh gereja di segala masa.

(Obed Nugroho’s story)