Menu Tutup

Manfaat dan Bahaya Memiliki Hewan Peliharaan

Banyak orang menemukan rasa tenang apabila bermain bersama hewan peliharaan. Rasa lelah sehabis melakukan aktifitas biasanya hilang seketika saat si imut yang lucu menyambut di depan pintu rumah. Selain itu apabila menghadapi rasa bosan, hewan peliharaan mampu memberi suasana yang lebih ceria.

Hewan yang dipelihara dapat menghibur dan memberi efek positif bagi kesehatan tubuh. Namun, jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik, hewan peliharaan juga bisa berisiko menyebabkan masalah kesehatan.

Manfaat Hewan peliharaan

Umumnya orang memelihara hewan di rumah karena suka atau sekedar hobi kegemaran. Namun Anda perlu tau bahwa memelihara hewan bisa mendatangkan banyak manfaat, baik dari sisi psikologis maupun kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat memiliki hewan peliharaan:

1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Hadirnya hewan yang Anda pelihara dengan baik dapat memperkuat sistem imun tubuh. Bahkan anak-anak yang tumbuh di lingkungan dengan hewan peliharaan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Mereka memiliki resiko yang lebih rendah mengalami sakit alergi, asma, dan eksim.

2. Menenangkan pikiran

Hewan peliharaan dapat meredakan stres yang membebani pikiran. Bermain bersama hewan peliharaan bisa membuat Anda senang , hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon dopamin dan serotonin di otak saat Anda merasa bahagia.

Selain itu, memelihara hewan juga bisa mengatasi rasa sepi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan psikologis, seperti depresi, terutama bagi Anda yang tinggal sendirian.

3. Mendukung perkembangan anak

Memelihara hewan dapat menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, daya imajinasi, dan kedekatan emosional anak terhadap hewan. Tak hanya itu, berinteraksi dengan hewan peliharaan bahkan dapat membantu anak yang mengalami kesulitan belajar untuk lebih fokus dan tenang.

Namun, orang tua tentu harus selalu menjaga anak saat ia berinteraksi dengan hewan peliharaan guna mencegah cedera atau risiko tergigit hewan.

4. Menemani dan menjaga lansia

Sebuah penelitian menyatakan bahwa lansia dengan penyakit Alzheimer akan merasa lebih rileks, bahagia, dan merasa terhibur bila ia memiliki hewan peliharaan di rumah.

5. Mendorong untuk lebih aktif bergerak

Memelihara atau bermain bersama hewan peliharaan juga dapat memotivasi Anda untuk lebih rutin berolahraga dan lebih aktif bergerak. Aktivitas ini merupakan alternatif yang tepat jika Anda enggan berolahraga.

Bermain bola dengan kucing, berjalan kaki bersama anjing, atau membersihkan kolam ikan dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat tubuh sehat.

6. Meningkatkan kemampuan berinteraksi

Hewan peliharaan diketahui dapat menunjukkan empati dan kasih sayang terhadap orang di sekitarnya, khususnya orang yang memeliharanya. Bahkan, suatu studi menyatakan bahwa hewan peliharaan dapat mendukung anak dengan autisme untuk berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sekitarnya.

Risiko Memiliki Hewan peliharaan

Saat memutuskan untuk memelihara hewan, Anda dan keluarga juga perlu berkomitmen untuk merawat dan menjaga hewan tersebut dengan baik. Jika tidak terawat, hewan peliharaan di rumah bisa saja menyebabkan berbagai penyakit.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh  hewan peliharaan:

1. Kutu

Waspada jika Anda melihat hewan peliharaan mulai sering menggaruk tubuhnya sendiri. Itu bisa menjadi pertanda adanya kutu yang berkembang biak pada kulitnya. Kutu yang dibiarkan tanpa penanganan dapat berkeliaran atau menetap dan bertelur di celah atau lipatan barang-barang di rumah, seperti sofa dan bantal.

Selain menyebabkan gatal pada kulit manusia, kutu dapat menularkan penyakit serius, seperti pes.

2. Cacing

Beragam jenis cacing, seperti cacing pita dan cacing gelang, adalah parasit umum yang dapat berkembang dalam usus halus hewan. Muntah, diare, dan penurunan berat badan binatang dapat menjadi gejala adanya infeksi cacing.

Hewan yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya pada manusia melalui tanah atau pasir yang telah terkontaminasi telur cacing. Selain itu, telur cacing yang menetas di dalam tubuh orang dewasa dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh.

3. Kurap

Anda dan anggota keluarga dapat tertular penyakit kurap dari hewan peliharaan yang tidak terawat hanya dengan menyentuh kulit atau bulu mereka. Kurap dapat menyebabkan kulit merah, ruam, atau bintik melingkar pada kulit. Segera periksakan hewan peliharaan Anda ke dokter, jika ia terkena kurap.

4. Luka cakaran atau gigitan

Meski hewan peliharaan Anda sudah terlatih dan sangat bersahabat, tetapi jangan pernah meninggalkan anak sendirian dengan binatang. Anak yang terlalu antusias bisa saja mendorong atau memukul hewan, sehingga berisiko digigit atau dicakar oleh hewan peliharaan.

5. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini umumnya ditemukan di tinja kucing. Parasit ini juga bisa ditemukan pada bulu kucing yang kotor. Meski demikian, ada riset yang menyatakan bahwa wanita yang sejak lama telah memelihara kucing akan memiliki antibodi terhadap toksoplasmosis.

Namun, untuk berjaga-jaga, ada baiknya hewan peliharaan dipindahkan ke tempat lain atau pastikan agar ibu hamil tidak mengurus kotoran kucing agar terhindar dari infeksi yang bisa membahayakan kehamilan dan janin.

Untuk menghindari risiko penyebaran penyakit, pastikan hewan kesayangan Anda melalui tahap pemeriksaan dan menjalani vaksinasi sebelum dibawa ke rumah. Jika tidak, selain hewan tersebut berpotensi terkena penyakit, Anda dan keluarga di rumah juga pun berisiko tertular oleh bakteri, virus, atau parasit yang ada di tubuh mereka.

Semoga bermanfaat.

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami

Baca Artikel Lainnya