Menu Tutup

Pengampunan itu sulit, tapi hati yang keras lebih buruk

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kehidupan Kristen adalah tentang pengampunan. Itu dimulai ketika kita menerima pengampunan Allah melalui kematian-Nya di kayu salib; dan terus berlanjut selama kita hidup dalam pengampunan itu, menerimanya setiap hari dari Bapa Surgawi dan membagikannya dengan bebas kepada orang lain. 

Kita dipanggil untuk mengampuni orang lain; dan jika tidak, maka dapat diragukan apakah kita telah benar-benar memahami betapa Allah telah mengampuni kita.

Uraian di atas, diambil dari salah satu buku favorit, Christian Basics Bible , memaparkan semuanya tentang pengampunan. Ini adalah arti alkitabiah dari pengampunan: Kami mengampuni karena kami telah diampuni.

Yesus adalah contoh utama seseorang yang siap mengampuni. Meskipun Yesus benar-benar tanpa dosa, Ia berulang kali melakukan bagaimana tindakan mengampuni. Dia memberikan kepada kita definisi pengampunan.

Sebuah contoh, kisah Yesus ketika ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa seorang wanita yang mereka klaim tertangkap basah melakukan perzinahan (Yohanes 8:1-11). Semua telah diatur sehingga mereka dapat menjebak Yesus lalu dapat menghukum perempuan itu dengan melempari batu karena berbuat dosa. Mereka berupaya agar Yesus terbukti sebagai pembohong atau melanggar hukum, dan kemudian mereka bisa menangkapnya.

Namun apa yang terjadi, Yesus berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7). Ini membuat para ahli-ahli Taurat bingung karena masing-masing mereka tahu bahwa tidak ada satupun dari mereka yang tidak berdosa. Kemudian mereka semua perlahan menghilang, dan wanita itu bebas. Dan itu karena Yesus tahu kekuatan pengampunan.

Yesus juga tahu bahwa semua manusia pasti berdosa, dan agar Allah mengampuni dosa kita, Dia harus mati di kayu salib. Dan yang luar biasa ketika dia disiksa dan akan dibunuh, dia masih bisa mengampuni para prajurit dan mereka yang menyiksanya: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Di sini Yesus menunjukkan pengampunan tertinggi.

Bagi kita tidak mudah untuk memaafkan orang yang menyakiti kita, meski hanya kata-kata kasar. Namun bisakah Anda bayangkan memaafkan orang yang membunuh Anda sendiri?. Oke, kita bukan Yesus Kristus, tapi kita dipanggil oleh Tuhan untuk mengampuni semua orang yang berdosa terhadap kita.

Tuhan ingin kita menawarkan tindakan kebaikan yang signifikan kepada mereka yang seharusnya tidak pantas mendapatkannya. Tapi mengapa memaafkan itu penting?

Dalam TouchPoints for New Believers kita diberi tahu bahwa “pengampunan adalah perintah, bukan pilihan.”

enungan rohani kristen gkka sendawar

[Pengampunan] diperlukan untuk kesehatan diri sendiri dan hubungan Anda dengan Tuhan. Yesus memberi contoh sempurna tentang pengampunan. Pengampunan bukan berarti bahwa rasa sakit itu tidak ada atau bahwa itu tidak penting, juga tidak membuat segalanya “baik-baik saja.” Sebaliknya, itu memungkinkan Anda untuk melepaskan rasa sakit dan membiarkan Tuhan berurusan dengan orang yang menyakiti Anda.

Pengampunan membebaskan Anda dan memungkinkan untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Itu tidak selalu mudah, tetapi memaafkan orang lain yang telah menyebabkan Anda terluka adalah tindakan paling sehat yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri.

Tuhan ingin kita mempraktikkan pengampunan sehingga kita dapat memiliki kapasitas yang lebih besar untuk hidup bagi Yesus. Pengampunan adalah sebuah komitmen untuk mencerminkan kasih Tuhan kepada sesama.

Mungkin Anda berpikir Oke, Tuhan menginginkan ini, dan saya ingin mengikuti perintah Tuhan, tetapi bagaimana benar-benar memaafkan seseorang yang telah benar-benar menyakiti Anda?

Untuk menjawab ini, serangkaian langkah pengampunan dari Swindoll Study Bible adalah sebagai berikut:

  • Segera cari kekuatan Tuhan. Kecenderungan kita adalah membela diri ketika kita disakiti, karena banyak alasan dalam diri sendiri mengapa kita tidak pantas untuk disakiti. Sayangnya merespons dengan cara itu menghasilkan jalan buntu yang tidak pernah berakhir. Mau tak mau kita akan terkejut ketika orang lain berbalik melawan kita. Tetapi jika Anda tidak segera menyerahkan situasi kepada Tuhan, kemarahan atau depresi akan muncul, dan terus terjadi selama berhari-hari, jika tidak berminggu-minggu, jika tidak berbulan-bulan!
  • Pertimbangkan sudut pandang orang lain. Lakukan yang terbaik untuk menempatkan diri Anda pada posisi orang itu dan pikirkan apa yang telah dia katakan atau lakukan. Anda mungkin terkejut, beberapa alasan di antaranya bisa saja dapat dibenarkan. Jika tidak, sekaranglah saatnya untuk memaafkan.
  • Tetap positif dan cari pelajaran Tuhan. Saya tidak mengatakan bahwa kita harus tertawa dan tertawa terus sepanjang hidup kita. Hidup itu keras dan seringkali sangat keras. Dapatkan nasihat dari teman dekat. Seorang teman sejati dapat menawarkan perspektif objektif dan membantu Anda mencari Tuhan.
  • Temukan cara untuk menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Ini bukan seperti kemunafikan palsu, lain di depan orangnya lain di belakang. Maksudnya adalah kebaikan dan persahabatan yang tulus. Ini hanya dapat terjadi jika Anda telah mengikuti langkah-langkah lain di atas.

Sekarang, pikirkan tentang pengampunan untuk orang lain yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Apakah itu sebanding dengan apa yang Tuhan telah berikan kepada Anda? Ini mungkin sangat sulit, dan perjalanan yang panjang, tetapi gunakan langkah-langkah Swindoll di atas dan cobalah untuk menemukan pengampunan itu di dalam hati Anda. Anda akan tercengang dengan betapa lebih ringannya perasaan Anda, dan betapa lebih bebasnya Anda nantinya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami

Baca Artikel Lainnya