Manusia Baru

Manusia Baru

Renungan Harian

Kolose 1:3-14

1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,

1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,

1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

1:7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.

1:8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil. —Kolose 1:23

Saat sekelompok remaja mengunjungi panti wreda di Montego Bay, Jamaika, seorang remaja putri memperhatikan seorang pria yang terlihat kesepian di ujung ruangan. Pria itu tidak dapat turun dari tempat tidur karena keterbatasan fisiknya.

Remaja tadi langsung membagikan cerita tentang kasih Allah dan membacakan ayat-ayat Alkitab kepada pria itu. “Saat berbagi dengannya,” kata remaja itu kemudian, “saya dapat merasakan keinginannya untuk mendengar lebih banyak lagi.” Remaja putri itu kemudian menjelaskan keajaiban dari kematian Yesus yang berkorban bagi kita. “Sulit bagi pria yang sudah tak punya harapan dan keluarga itu untuk memahami bahwa satu Pribadi yang tidak pernah dikenalnya begitu mengasihinya sampai rela mati di kayu salib untuk menebus dosanya,” ujar remaja putri itu.

Ia pun menceritakan lebih banyak lagi tentang Yesus—dan juga janji akan surga (termasuk tubuh yang baru) bagi semua yang percaya. Pria tersebut lalu bertanya, “Maukah kamu berdansa denganku nanti di atas sana?” Remaja putri tersebut melihat pria itu mulai membayangkan dirinya terbebas dari tubuhnya yang rapuh dan lumpuh.

Saat pria tersebut mengatakan ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, remaja itu menolongnya berdoa memohon pengampunan dan iman. Saat remaja itu ingin berfoto bersamanya, pria tersebut menjawab, “Tentu saja, jika kamu mau menolongku untuk duduk. Sekarang aku adalah manusia baru.”

Syukur kepada Allah untuk Injil Yesus Kristus yang mengubahkan hidup, memberi pengharapan, dan tersedia bagi semua orang! Injil Yesus Kristus memberikan hidup baru bagi semua yang percaya kepada-Nya (Kol. 1:5,23). —Dave Branon

Tuhan, terima kasih untuk hidup baru yang kami miliki dalam Yesus Kristus. Tolonglah kami membagikan pengharapan dari hidup baru itu kepada orang lain agar mereka pun dijadikan baru.

Yesus memberikan hidup yang baru.

share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *