Ketika Allah Mendiagnosis Umat-Nya

Ketika Allah Mendiagnosis Umat-Nya

Renungan Harian

Mazmur 51:1-13.

51:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

51:2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

51:3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

51:4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

51:5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

51:6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

51:7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

51:8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

51:9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

51:10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

51:11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

51:12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

51:13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! —Mazmur 51:4

Pernahkah Anda marah-marah karena merasa kesakitan saat dokter menekan bagian dari tubuh Anda? Kemungkinan besar Anda tidak akan marah karena mengetahui alasan dokter melakukan hal tersebut. Ya, dokter sedang melakukan diagnosis awal untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang Anda derita. Bagian tubuh tertentu yang sakit ketika ditekan menandakan ada yang “tidak beres” dan perlu diobati.

Dalam kehidupan Daud, Allah sedang bertindak seperti dokter ketika Dia mengutus nabi Natan untuk menegur kesalahan dan dosanya (2Sam. 12). Untunglah Daud menyadari kesalahannya dan bertobat ketika Allah sedang “menekan” bagian yang tidak beres dalam hidupnya. Ia tidak marah ketika Tuhan menegurnya. Mazmur yang baru saja kita baca adalah ungkapan penyesalan dan pertobatan Daud. Ia berseru agar Allah membersihkan dirinya dari semua kesalahannya, serta menahirkan dia dari dosanya (ay. 2). Allah pun mengampuni Daud, sekalipun Daud tetap harus menanggung konsekuensi dari perbuatannya.

Dalam kehidupan ini, terkadang Tuhan akan bertindak seperti dokter, terutama ketika kita berbuat dosa. Caranya bisa bermacam-macam, salah satunya lewat teguran dari hamba Tuhan atau saudara seiman yang kita kenal. Barangsiapa membuka hatinya akan mengalami kesembuhan dan pemulihan, seperti yang dialami oleh Daud. Sebaliknya, barangsiapa menolak teguran Allah, kesembuhan dan pemulihan dari Allah tidak akan pernah dialami. Jika saat ini Allah sedang ingin “mengobati” kehidupan kita, maukah kita membuka hati supaya disembuhkan?

ALLAH TIDAK PERNAH SALAH
MENDIAGNOSIS KESALAHAN DALAM KEHIDUPAN KITA

—GHJ/RenunganHarian

share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *