Menu Tutup

Kebahagiaan yang Sejati

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh Pdt. Nelson Neno, MA. 
Mazmur 1 : 1 – 6 

Ini adalah Mazmur pengajaran tentang yang baik dan yang jahat, yang menawarkan kepada kita hidup dan mati, berkat dan kutuk agar kita mengambil jalan yang benar menuju kebahagiaan dan menghindari apa yang pada akhirnya pasti akan berujung kepada kesengsaraan dan kehancuran bagi kita.

Kebahagiaan sejati itu adalah dambaan semua orang. Kebahagiaan sejati akan dialami orang benar karena itu berasal dari TUHAN yang dalam hidupnya ia akan melakukan hal-hal yang baik dan benar baik dalam pandangan Allah maupun manusia.

Dalam Mazmur 1:1-6 ini memberikan kepada kita langkah-langkah menuju kebahagiaan yang sejati yakni:

1. Percaya Kepada TUHAN yang Benar (1-6)

Pengenalan dan iman kepada TUHAN yang benar adalah dasar utama bagi setiap orang untuk mendapatkan atau meraih kebahagiaan sejati. Dasar kepercayaan yang tidak tepat atau salah, akhirnya bukan kebahagiaan sejati yang didapat melainkan kematian kekal dan kesengsaraan yang tiada akhir.

Kenikmatan hidup bukanlah kebahagiaan. Manusia bisa saja menikmati hidup namun bisa tanpa kebahagiaan sejati atau yang didapatkan hanyalah kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan sejati bermula dari kepercayaan kepada TUHAN yang benar. Memiliki harta kekayaan yang banyak, bukanlah jaminan untuk memiliki kebahagiaan sejati.

Dalam Terjemahan FAYH Mazmur 128:1-2: “BERBAHAGIALAH semua orang yang menghormati TUHAN dan yang mempercayakan diri kepada-Nya — semua yang taat kepada-Nya! 2 Pahala mereka adalah kemakmuran dan kebahagiaan”.

Dalam Alkitab, TUHAN telah memperkenalkan diri sebagai TUHAN pencipta alam semesta dan manusia juga adalah ciptaan TUHAN yang kepada-Nya manusia harus percaya dengan segenap hati dan mempercayakan diri kepada-Nya.

Maz. 128:4-5 :”Itulah pahala yang diberikan Allah kepada orang-orang yang menghormati Dia dan yang mempercayakan diri kepada-Nya. 5  Kiranya TUHAN selalu melimpahi engkau dengan berkat-berkat dari surga dan juga dengan kebahagiaan manusia”.

Di sini pemazmur sedang memperkenalkan TUHAN yang dipercayanya sebagai TUHAN yang Mahakuasa dan sumber berkat dan Juruselamat bagi setiap orang yang percaya dan menghormati-Nya, baik kepada penerima Mazmur ini yakni orang Israel, maupun bagi Gereja TUHAN masa kini yang sungguh-sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya sebagai TUHAN yang Mahakuasa, TUHAN yang adalah sumber berkat dan Juruselamat, serta mempercayakan hidup kepada-Nya.

2. Hidup Sesuai Firman TUHAN (Mazmur 1 : 2-3).

Secara positif, kebahagiaan hanya di dapatkan di dalam hidup sesuai firman TUHAN (a.2) Orang yang hidup seturut firman-Nya akan diberkati dengan keberhasilan (a.3) dan TUHAN berkenan kepadanya (6a). Namun yang lebih penting dari semuanya itu, orang demikian dijamin penuh oleh sang sumber hidup itu sendiri.

TUHAN sendiri memperingatkan Yosua sebagai pemimpin pengganti Musa untuk selalu berpegang kepada Firman TUHAN dan memperkatakannya kepada Orang Israel. Rahasia meraih kebahagiaan sejati adalah bergaul intim dengan TUHAN melalui perenungan akan Firman-Nya.

Di dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan zaman yang berbahaya ini, umat TUHAN akan dapat menikmati kebahagiaan jika terus bergaul karib dengan TUHAN melalui perenungan akan Firman-Nya.

3. Bertindak Benar (Mazmur 1 : 1, 4).

Mazmur 1 ini memberikan jawaban kepada gereja bahwa, secara negatif, kebahagiaan yang sejati tidak akan didapat dari perbuatan fasik atau berdosa.

Orang yang mau berbahagia harus menjauhi semua hal yang membawanya berdosa (1). Jika tidak, kehidupan berdosa akan membawa kegagalan hidup (4) dan akhirnya kebinasaan. Bertindak benar pasti dikenan TUHAN namun bertindak baik belum tentu dikenan-Nya.

Pemazmur mengingatkan kepada Orang Israel bahwa mereka sedang berada dalam masyarakat yang luas dan di dalamnya ada orang fasik dan orang benar.  Orang fasik bukan hanya orang yang tidak percaya kepada TUHAN namun bisa jadi orang yang percaya kepada TUHAN namun berlaku jahat.

Pemazmur mengingatkan agar orang Israel dan umat TUHAN masa kini harus cerdas dan dengan pengenalan akan TUHAN yang benar melalui Firman-Nya menjadi dasar untuk bertindak dalam kehidupan dalam keluarga, gereja maupun masyarakat sehingga mempermuliakan TUHAN.

Kesimpulan:

Mazmur ini mengajarkan kepada orang Israel tentang langkah-langkah menuju kebahagiaan yang sejati. Langkah-Langkah itu juga tetap relevan hingga sekarang. Zaman memang berbeda, orangnya berbeda demikian juga tempatnya. Namun, langkah-langkahnya tetap relevan hingga sekarang.

Oleh sebab itu, umat TUHAN masa kini akan dapat meraih kebahagiaan yang sejati dengan cara: Percaya kepada Tuhan yang benar, hidup sesuai Firman Tuhan dan bertindak benar.

Lihat Khotbah Dalam Bentuk Video

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami

Baca Artikel Lainnya