Menu Tutup

Janji dan Pertolongan Tuhan Selalu Tidak Pernah Terlambat (Bagian 1)

Janji-Tuhan-Selalu-Tidak-Pernah-Terlambat-gkka-sendawar.jpg

Kesaksian: Pada saat kami memutuskan untuk pindah ke kota Sydney 2 th yang lalu, saya berkata kepada suami, pokoknya saya tidak akan pindah kalau kamu tidak mendapatkan pekerjaan yg bagus. Wong di Jakarta kita sudah enak secara materi dan suami punya kedudukan yg cukup baik, buat apa kalau harus pindah tapi harus kerja keras.

Dan Tuhan memang baik, suami saya diberi pekerjaan yg lumayan bagus (walau tidak sebagus di Jakarta), bahkan kami bisa membeli rumah dengan mortgage dari bank.

Semua berjalan lancar, bahkan hubungan kami dengan Tuhan yg sudah sangat jauh saat kami tinggal di Jakarta, menjadi dipulihkan, kami pelayanan kembali setelah lama kami tinggalkan, kami aktif di gereja dan berdoa bersama setiap hari.

Bahkan saya berdoa minta Tuhan lebih lagi membentuk karakter saya dan mau disempurnakan di hadapan-Nya. Saya sempat sharing dgn salah seorg teman saya mengenai doa saya ini, lalu dia bilang, “bener, kamu yakin mau Tuhan bentuk kamu? Bentukan Tuhan itu kadang menyakitkan lho.” Dan saya bilang, “iya, gakpapa, saya mau.”

Sampai tahun lalu saya diberikan kejutan yang luar biasa dari Tuhan, saya dinyatakan positif hamil setelah 10 thn menikah, namun Tuhan mempunyai kehendak lain, hanya bertahan 8 minggu, saya sudah keguguran, saya tetap bersyukur dan yakin Tuhan pasti akan berikan lagi tepat pada waktunya.

Pada saat itu saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan akan mencoba lagi. Namun di saat saya sudah mengajukan pengunduran diri, saya malah menerima kabar dari suami saya yang sangat mengejutkan… Dia telepon dan berkata kalau saya harus mencari pekerjaan lain, karena saya baru kena PHK. OMG (Oh My God –red) bagai disambar petir rasanya dunia mau runtuh. Saya panik luar biasa, bagaimana hidup kami selanjutnya, bagaimana cicilan rumah kami, dsb.

Di saat seperti inilah justru saya merasa bahawa Tuhan memang baik. Mungkin aneh ya kedengarannya, wong lagi tertimpa musibah kok malah merasakan kebaikan Tuhan.

Ya, Tuhan memang membentuk saya, mulai dari sifat saya yg stress-an. Saya belajar untuk lebih berserah dan beriman, menyerahkan segala kekhawatiran saya dlm doa dan datang kepada Tuhan.

Saya gak mau mengandalkan kekuatan sendiri dan ternyata bisa lho dan hasilnya saya gak sakit²an atau jd kurus kering seperti biasa kalau saya sedang stress.

Kemudian Tuhan juga ajarkan saya untuk bersabar, setiap habis mengirim aplikasi pekerjaan, besoknya saya selalu bertanya sudah ada kabar? Padahal mungkin dengan bertanya seperti itu suami saya malah jadi tambah stress, beruntunglah saya memiliki suami yg easy going sehingga bisa mengimbangi saya yg stressfull.

Akhirnya setelah 1 bln, capek jg saya bertanya, dan kami memutuskan akan mengerjakan pekerjaan apa saja asal bisa bertahan hidup, mulai dr cleaner, sampai kerja di bagian catering di hospital dijalanin oleh suami dan saya.

Awalnya berat sekali, bayangkan kita gak pernah terbayangkan untuk melakukan pekerjaan² seperti ini sebelumnya, tapi pada saat menjalaninnya, kami bisa enjoy dan sukacita.

Teman² sepelayanan juga mendukung, mulai dr ada yg meminjamkan mobil (krn sebelumnya suami mendapat fasilitas company car), memberi voucher belanja kebutuhan sehari² di supermarket, memberikan pekerjaan² sampingan, dll.

Di sini justru kami baru merasakan bahwa kami gak sendiri, Tuhan itu baik dan selalu ada menolong kami melalui teman² yang ada di sekitar kami.

Hanya ada satu hal yang masih menganjal kami yaitu masalah cicilan rumah, kami kemudian berdoa dan bilang sama Tuhan, kalau memang rumah ini milik kami, mampukan kami untuk membayarnya tapi kalau memang bukan milik kami, mampukan kami untuk punya kerelaan hati untuk menjualnya dan yakin bhw Tuhan pasti akan berikan lagi yang terbaik pada saatnya. Amin.

Dan puji Tuhan sampai saat ini kami bisa dimampukan untuk membayarnya, entah bagaimana, banyak saja jalan dan berkat Tuhan yang datang dan selalu tepat waktu.

Walaupun sampai saat ini kami masih terus mengalami pembentukan Tuhan, namun kami yakin bahwa kami akan mampu menjalaninya dengan sukacita apabila kami mau berjalan senantiasa bersama Dia.

Dan Tuhan tidak akan memberikan pencobaan yang melebihi kekuatan kami dan percayalah bahwa pertolongan Tuhan tidak akan terlambat, dan semua itu akan menjadi sangat indah tepat pada waktu-Nya.

Ingatlah JANJI TUHAN SEPERTI FAJAR PAGI HARI YANG TIDAK AKAN PERNAH TERLAMBAT BERSINAR. Dan tangan Tuhan sedang merenda yang akan mengahasilkan suatu karya yang agung dan mulia bagi hidup orang² yang percaya dan bersandar kepada-Nya.

Kesaksian : Maria Susilawati Sunarko | Kota: Sydney, Australia | Profesi: Casual Florist | Sumber — www.glorianet.org

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *