Menu Tutup

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh Ev. Sopiana Djadie, S.Th 
Lukas 18: 35-43 

APA ITU IMAN?  
DALAM IBRANI 11: 1 : IMAN ADALAH DASAR DARI SEGALA SESUATU YANG KITA HARAPKAN DAN BUKTI DARI SEGALA SESUATU YANG TIDAK KITA LIHAT.

Kita melihat sekilas dulu tentang kota Yerikho atau Ariha. Kota Yerikho adalah kota tertua di dunia, tetapi juga karena menjadi satu-satunya kota di kawasan otoritas Palestina yang memiliki kasino. Sebuah kota terletak di tepi barat di dekat Sungai Yordan. 

Yerikho digambarkan dalam Alkitab Ibrani sebagai ”Kota Pohon Palem” banyak sumber-sumber air di dalam dan di sekitar kota ini menarik orang-orang untuk menghuninya selama ribuan tahun.

Orang sering berpikir bahwa seseorang yang bisa dihormati oleh orang lain, kalau punya beberapa kelebihan; kaya, pandai, sopan, jujur, punya jabatan, punya gelar tinggi, punya pengaruh, gagah dan cantik.

Si buta dari Yerikho ini tidak memiliki semuanya, Injil Lukas mencatat bahwa:

  1. Ia buta atau cacat ( ay 35);
  2. Mengemis atau miskin (ay 35);
  3. Kurang berpengalaman , ia bertanya apa itu? (ay 36);
  4. Memanggil Tuhan Yesus tanpa menggunakan gelar, misalnya Rabbi, Guru,
    atau Tuhan tetapi langsung memanggil Yesus (ay 38).

Jika kita berpikir secara akal manusia! tidak ada hal yang istimewa yang dapat dijadikan dasar untuk mendapat pertolongan Tuhan , tetapi si buta ini disembuhkan oleh Tuhan. Secara manusia Bartimeus si buta bisa dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki pengharapan dan masa depan.

Apa yang menyebabkan Tuhan Yesus menyembuhkan si buta dari Yerikho? kita akan belajar ada 3 alasan:

I. IMANNYA PANTANG MENYERAH ( 38-40)

  • Ia berseru (ay 38);
  • Semakin keras ia berseru (ay 39).
    Ia sangat membutuhkan Yesus yang penuh kuasa itu. Ketika berseru meminta pertolongan tidak berjalan mulus, semakin keras ia berseru, ia ditegur, mendapat tantangan dan hambatan, ia tetap tidak menyerah, tidak putus asa, ia tetap maju terus. Kegigihan si buta menunjukan imannya pantang menyerah.

    Orang buta ini sangat kasihan sekali, dia tidak mendapat pengakuan di dalam kota, dia hanya bisa tunggu diluar, dan dia hanya bisa menunggu orang jalan masuk dan minta sedekah. Minta- minta karena dia berada dalam keadaan sangat kasihan, karena orang Yahudi percaya seperti yang dikatakan di dalam Mazmur dan Yesaya, bahwa buta, tuli dan bisu itu adalah kutuk Tuhan akibat penyembahan berhala.

    Perubahan sikap dari yang pasif, apatis dengan keadaan jadi semangat, berubah ketika ia bertemu Yesus, dan perjumpaan dengan Yesus seharusnya membuat seseorang yang kehilangan harapan dapat kembali memiliki harapan.

    Pada akhir perikop ini, kita tau bahwa orang buta tersebut akhirnya melihat, karena Yesus mau menyembuhkannya . Luar biasa, buta, tidak punya harapan, bahkan untuk makan saja harus dengan belas kasihan orang. Mengalami perubahan total, kembali memiliki semangat, dapat melihat, mengikut Tuhan dengan memuji Tuhan karena berjumpa dengan Yesus.

    Ada banyak orang buta, buta secara rohani karena tidak berjumpa dengan Tuhan Yesus. Dan ada juga yang tetap buta dan terpuruk dengan keadaannya, karena sudah berteriak minta belas kasihan Tuhan Yesus, tetapi kemudian berhenti dan diam ketika tekanan kehidupan serta kenyataan mengatakan untuk diam saja.

    Oleh karena itu saya mengajak saudara melihat lebih dalam, bagian Firman Tuhan ini, dan melihat bagaimana pertolongan Tuhan itu selalu ada bagi mereka yang berharap pada-Nya.

II. IMAN BERTUMBUH SEIRING BERJALANNYA WAKTU (36, 38, 39, 42)

Sebelumnya si buta tidak mengenal Yesus dengan benar, ia berkata “apa itu?” (36). Ayat 38, ia hanya mengenal Yesus “Anak Daud” kasihanilah aku. Ayat 42, akhirnya ia mampu mengenali Yesus sebagai Tuhan.

Bapak ibu saudara saudariku, si buta ini bertahap untuk mengenal Tuhan bukan spontan, melalui proses yang cukup lama.

Tuhan Yesus begitu terkenal pada masa itu, sebagai tokoh kontroversial, lahir dari wanita perawan, anak tukang kayu, berdialog tentang topik theologia dengan ahli agama pada umur 12 tahun, sering berbeda pendapat dengan ahli-ahli taurat tetapi mampu menyembuhkan dan membangkitkan orang mati, seorang manusia yang mengaku sebagai jalan keselamatan.

Tentu orang buta ini pernah mendengar cerita tentang Yesus dari mulut orang disekitar, namun cerita itu hanya sepenggal dan tidak lengkap karena ketidakpercayaannya sistem informasi cukup baik seperti sekarang dan siapa juga yang tertarik berbicara atau berdiskusi tentang suatu topik hangat dengan seorang pengemis yang buta lagi.

Akan tetapi informasi itu melahirkan iman dan harapan dalam hatinya yang membuat ia segera berteriak, memohon belas kasihan Yesus Anak Daud (38). Ini adalah sebutan bagi Mesias.

Itu berarti si pengemis buta mampu melihat Yesus sebagai Mesias yang telah lama dinantikan akan membebaskan umat-Nya. Oleh karena itu meski banyak orang menyuruhnya diam, ia tidak peduli, imannya mengatasi rintangan, bentakan, dan rasa malu . Sebab itu ia berteriak semakin keras dan Yesus kemudian menyembuhkan dia karena imannya (42) lalu dia mengikut Yesus (43).

Dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dengan kondisi kita sekarang ini, krisis ekonomi, usaha semakin merosot , pendidikan harus daring orang tua sibuk mengurus pekerjaan, ruang gerak kita dibatasi. Jangan sampai semuanya itu menjadi penghalang iman kita bertumbuh. Tetap terus berjuang mengenal Tuhan lebih sungguh.

III. IMANNYA JUJUR ( 40-41)

Waktu Yesus bertanya “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Si buta ini meminta supaya matanya dapat melihat! itu yang menjadi sebuah kebutuhannya saat itu. Kalau dia bisa melihat, dia bisa bekerja, bisa melayani seperti orang lain. Dia tidak minta supaya jadi kaya, ia tidak minta supaya ia mendapat jabatan dan kedudukan. Tetapi yang ia minta sesuai kebutuhannya, yaitu supaya ia bisa melihat.

Yesus mengabulkan doanya, apa yang dia minta ia fokus kepada Tuhan, bukan kepada orang pintar, dukun, batu besar, pohon besar, roh-roh nenek moyang, roh teritorial. Sekali lagi ia hanya fokus kepada Tuhan.

Yesus tau semua keinginan dan kebutuhan kita, keteguhan, iman dan pengharapan memampukan kita untuk mengatasi segala persoalan hidup dalam bentuk apapun. Pengharapan menguatkan orang untuk memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan ini akan menjadi sempurna dalam Allah sendiri bila kita setia hingga akhir.

Ayat 42-43 menarik sekali dampak dari pada iman orang buta ini, melihat karena imanmu telah menyelamatkan engkau dan seketika itu juga melihat lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu memuji-muji Allah.

KESIMPULAN:
Kesimpulan Firman Tuhan hari ini, Tuhan tidak mengobral kuasanya kepada semua orang, melainkan kepada mereka yang meminta dengan iman. Mari sebagai orang percaya, miliki iman yang pantang menyerah, iman yang bertumbuh dan miliki iman yang jujur kepada Tuhan. Maka Tuhanlah yang menyelamatkan engkau, karena imanmu kepadaNya.

Selamat Hari Minggu, Tuhan Memberkati.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami

Baca Artikel Lainnya