Humor : Masalah Besar

humor-rohani-gkka-sendawar 2017

Di suatu daerah perumahan di pinggir kota, tinggallah dua orang kakak beradik, umur 13 dan 15 tahun.

Kedua anak itu terkenal dengan kenakalannya yang luar biasa. Mereka terkenal sebagai pencuri ulung. Kalau ada sesuatu yang hilang di lingkungan perumahan, pastilah karena ulah mereka.

Kedua orang tua anak ini betul-betul sudah kewalahan dan tidak sanggup lagi menangani mereka. Ketika mendengar ada seorang Pendeta yang sering menangani kasus anak nakal, maka ibunya segera berdiskusi dengan suaminya agar supaya Pendeta itu dapat berbicara dengan kedua anak mereka. Dan Suaminya langsung saja setuju:

“Cepat lakukan sebelum aku menghajar sampai mampus anak-anak bejat itu!” Kata Ayah mereka.
Ibunya segera pergi kepada Pendeta dan menceritakan semuanya dengan lengkap.

Pak Pendeta setuju, dan meminta supaya ia bisa berbicara terlebih dahulu dengan anak yang berumur 13 tahun empat mata.

Maka dikirimlah anak itu kepada pak Pendeta.

Bertemulah mereka. pak Pendeta duduk di belakang meja yang sangat besar dan berhadapan dengan anak nakal itu. Selama 5 menit pertama mereka hanya duduk berhadapan dan saling menatap satu dengan yang lain. Tapi akhirnya, Pendeta menunjuk dengan jari telunjuknya persis ke muka anak itu, dan bertanya:

“Di mana Tuhan?”

Anak itu melihat ke bawah meja, ke sudut ruangan, dan ke seluruh penjuru tempat, tetapi dengan diam seribu kata. Sekali lagi dengan suara keras Pendeta menunjuk ke arah anak itu dan bertanya:

“Di mana Tuhan?”

Lagi-lagi anak itu mencoba melihat ke seluruh ruangan dan tetap tidak berbicara apa-apa. Untuk ketiga kalinya, dengan suara yang lebih keras dan tajam, Pendeta menunjuk jari telunjuknya tepat di depan hidung anak itu, dan bertanya:

“Di mana Tuhan?”

Anak itu menjadi panik, lalu lari tunggang langgang dengan cepat pulang ke rumah. Ketika bertemu dengan kakaknya, ia cepat-cepat menarik kakaknya ke gudang, tempat dimana mereka biasa merencanakan akal busuk mereka.

Lalu adiknya berkata dengan panik : “Wah, celaka, Kak, kita ada dalam masalah besar!”

Kakaknya bertanya: “Apa maksudmu kita ada dalam masalah besar?”

Anak itu menjawab: “Kayaknya Tuhan hilang, dan mereka pikir kitalah yang mencurinya…!” 🙂 🙂 🙂

share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *