Menu Tutup

Datang untuk Melayani

Renungan Harian

Baca: Yohanes 13:3-17

13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

13:7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

13:8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

13:10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Kemudian [Yesus] menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya. —Yohanes 13:5

Tiba saatnya bagi gereja kami untuk mengangkat sejumlah pemimpin baru. Untuk melambangkan peran mereka sebagai pemimpin yang melayani, para penatua gereja berpartisipasi dalam pencucian kaki, sebuah upacara yang meninggalkan kesan mendalam. Tiap pemimpin—termasuk gembala gereja kami—mencuci kaki satu sama lain di hadapan jemaat yang menyaksikannya.

Apa yang mereka lakukan hari itu telah dicontohkan kepada kita oleh Yesus Kristus, sebagaimana tertulis di Yohanes 13. Dalam peristiwa yang disebut Perjamuan Terakhir itu, “bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. . . . Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya” (Yoh. 13:4-5). Kemudian Yesus menjelaskan kepada murid-murid alasan-Nya melakukan itu semua, dengan berkata, “Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya” (ay.16). Dia juga berkata, “Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan” (Luk. 22:27).

Jika Yesus Kristus saja tidak keberatan melakukan pekerjaan yang rendahan itu, kita pun sepatutnya tidak keberatan merendahkan diri untuk melayani sesama kita. Alangkah luar biasanya teladan yang diberikan-Nya bagi kita semua. Sungguh, Dia “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mrk. 10:45). Dia menunjukkan kepada kita artinya menjadi pemimpin sekaligus pelayan. Yesus datang untuk melayani. —Dave Branon

Ya Tuhan, tolonglah aku melayani sesama. Pimpin aku untuk mengesampingkan kepentingan dan keinginan pribadiku, sehingga aku dapat memberikan pertolongan bagi mereka yang membutuhkannya.

Tiada perbuatan yang tak berarti jika itu dilakukan untuk Kristus.

Sumber Renungan Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *