Kisah Nyata


30
Agu 2018

Oleh Amanda, Bali Terkadang, sulit bagi kita untuk melihat apa sesungguhnya rencana Tuhan untuk kita saat ini. Kita mungkin bersungut-sungut dan bertanya mengapa hal-hal ini terjadi? Mengapa harus seperti ini? Bahkan, tidak jarang kita marah atas segala sesuatu yang terjadi di luar keinginan kita. Sebelas tahun yang lalu, aku merasa hidupku begitu sempurna. Aku tinggal di luar negeri, memiliki pekerjaan yang menjanjikan, serta keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungku. Begitu nyamannya kehidupanku saat itu, hingga tidak pernah terpikir olehku untuk kembali pulang ke tanah air Indonesia. Setelah lulus dari bangku SMA, aku melanjutkan......

Read More


25
Agu 2018

Oleh Claudya Tio Elleossa, Surabaya – Foto oleh Aryanto Wijaya Suatu ketika, tatkala aku sedang menjelajah media sosialku, ada seorang teman yang mengungkapkan kekecewaannya dengan mengumbar kritik-kritik tak sedap. Nama “Indonesia” pun dia pelesetkan dengan ejaan yang salah. Ketika kutanya mengapa, dia berkata bahwa kritikan pedas itu adalah satu-satunya cara berkontribusi bagi negeri ini. Jawaban itu kemudian membuatku terdiam tak habis pikir. Jika memang kita “hanya bisa bersuara”, mengapa tidak kita berikan saran dan bukan kecaman? Momen ini mengingatkanku kembali akan pergumulanku dulu ketika memulai karier sebagai seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Sebagai seorang guru, aku......

Read More


23
Agu 2018

Oleh Leslie Koh, Singapura Artikel asli dalam bahasa Inggris: My Quarter-Life Crisis: The Day I Went Berserk Aku tahu ada sesuatu yang salah ketika aku mulai menendangi kardus-kardus di bawah mejaku. Biasanya, aku adalah seorang yang tenang, mampu menahan diri. Tapi, hari itu, ada sesuatu dalam diriku yang tersentak. Seseorang meneleponku dengan nada dan instruksi yang membuat emosiku terpancing. Sesuatu dalam diriku menahanku untuk berteriak, tapi kakiku bergerak-gerak karena kesal, dan aku mengalihkan amarahku dengan menendangi kardus yang biasanya kuletakkan di bawah mejaku sebagai tumpuan kakiku. Kamu bisa membayangkan kelanjutannya seperti apa. Seorang pria......

Read More


20
Agu 2018

Oleh Agustinus Ryanto, Jakarta Tuhan, aku bersyukur atas bangsa Indonesia yang hari ini memperingati kemerdekaan-Nya. Aku bersyukur atas segala kekayaan alam yang Kau limpahkan di negeri ini. Pun, aku bersyukur atas segala keragaman yang Kau karuniakan di bangsa ini. Namun, Tuhan, di balik segala hal baik yang tampak menghiasi negeriku, aku melihat ada banyak hal buruk yang tidak berkenan kepada-Mu terjadi di sini. Di balik kekayaan alamnya, ada orang-orang yang hidupnya terjerat dalam kemiskinan. Di balik keragaman yang menjadikan bangsa ini kaya, ada perseteruan-perseteruan yang meruncing karena tidak ada saling pengertian. Tuhan, kadang......

Read More


16
Agu 2018

Oleh Raphael Zhang, Singapura  Artikel asli dalam bahasa Inggris: The Time I Attempted Suicide Obat-obatan dan pecahan kaca, air mata dan darah, ketakutan dan putus asa. Itulah gambaran dari malam yang paling kelam dalam hidupku. Sejujurnya, aku tak ingin mengakhiri hidupku sendiri saat itu. Tapi, aku tak tahu apa yang harus kulakukan di hari esok. Aku pikir lebih baik mengakhiri segala penderitaan hari itu daripada harus menghadapi penderitaan lainnya. Akhirnya, aku berbaring di atas kasur, menenggak obat-obatan, menyayat tubuhku, dan membiarkan darah mengalir keluar. Kupikir malam itu, di usia ke-19 tahun, aku akan terlelap......

Read More


15
Agu 2018

Oleh Gracella Sofia Mingkid, Surabaya Ketika sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota, aku bersama teman-temanku membahas sebuah topik perbincangan. Saat obrolan berlangsung, aku sempat tidak berkonsentrasi dan memberikan respons yang tidak sesuai dengan perbincangan. Akibatnya, beberapa percakapan jadi tidak nyambung. Saat itu, salah satu teman dekatku melontarkan kata-kata yang cukup menohok buatku dan dia melakukannya di depan teman-temanku yang lain. Akibatnya, aku merasa malu tak karuan dan kesal. Apalagi karena aku tipe orang yang melankolis, kata-kata temanku itu langsung membuatku kepikiran. Aku menunjukkan rasa kesalku dengan berdiam. Aku sengaja melakukannya supaya temanku......

Read More


Page 1 of 512345