Kisah Nyata


07
Jul 2017

Oleh Priscilla Stevani. Artikel asli dalam bahasa Inggris: A Life Lesson in an Elevator. Suatu pagi, aku sedang turun dari lantai 27 menggunakan lift. Di lantai 19, lift itu berhenti. “Selamat pagi,” sapa seorang turis kepadaku sembari membawa segala barang bawaannya. “Selamat pagi” jawabku sambil tersenyum. “Andai saja aku bisa seceria turis ini dan libur seharian,” pikirku saat itu. Lift yang kutumpangi berhenti lagi di lantai 15. Seorang anak sekolah dan ibunya memasuki lift. “Andai saja aku bisa bertukar posisi dengan anak sekolah ini,” pikirku kembali. Aku yakin bahwa setidaknya hidup anak......

Read More


06
Jul 2017

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta. Kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa dan dari keturunan apa. Aku pun demikian. Aku tidak pernah memilih untuk lahir dari kedua orangtua yang memiliki keyakinan iman berbeda. Awalnya, kehidupan keluarga kami baik-baik saja hingga terjadilah sebuah peristiwa yang mengubahkan kehidupan kami. Waktu itu, dalam keadaan pas-pasan kami tinggal di sebuah rumah kecil yang berukuran 3×3 meter. Ayahku bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan ibuku bekerja sebagai staf HRD di perusahaan tekstil. Setiap sore aku selalu menyambut mereka dengan riang dan bertanya, “Bawa oleh-oleh, ngga?” Kemudian mereka......

Read More


26
Jun 2017

Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang ~Ibrani 12:15 Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan perlahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu. Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya......

Read More


01
Jun 2017

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta Hari itu adalah hari terakhir di tahun 2011 ketika aku berjalan menyusuri jalanan di kota kecil tempat kelahiranku. Berbeda dari malam tahun baru sebelumnya yang aku lewati dengan berhura-hura, hari itu aku berjalan sendirian tanpa tujuan yang jelas. Aku tak peduli dengan orang-orang yang memadati jalanan untuk melihat kembang api, aku hanya ingin sesuatu yang berbeda untuk melewatkan tahun baru. Langkah kakiku terhenti di depan sebuah jalan kecil yang menuju sebuah gereja. Hati kecilku bicara supaya aku melangkah ke dalam gereja itu. Tapi, aku merasa enggan karena......

Read More