Menu Tutup

Belas Kasihan Tuhan Ditengah Kesulitan

Selama manusia hidup dalam dunia yang telah tercemar oleh dosa, tentunya akan diperhadapkan dengan kesulitan. Kesulitan dalam hal materi, mental dan lainnya. Kesulitan dapat membuat manusia berhenti untuk berjuang, pasrah terhadap keadaan dan tidak melakukan sebuah tindakan sama sekali, namun kesulitan juga dapat menuntut upaya yang kuat untuk bisa lepas atau paling tidak tetap bertahan hidup di dalamnya.

Mazmur 123:1-4, Melalui Pemazmur dan Orang Israel zaman itu Memberi kepada gereja atau Umat Tuhan masa Kini, Beberapa Sikap yang Tepat dan Benar yang patut kita pelajari dalam menyikapi kesulitan Hidup masa kini dan tetap bertahan bahkan Bangkit dan meraih Kemenangan. Sikap-sikap itu ialah :

  1. Mereka Mengharapkan Belas kasihan TUHAN (Mazmur 123:1-2)
    Mazmur ini ditulis ketika jemaat Tuhan jatuh terpuruk dan diinjak-injak. Beberapa orang beranggapan bahwa ini terjadi ketika orang-orang Yahudi menjadi tawanan di Babel, meskipun peristiwa tersebut bukan satu-satunya peristiwa ketika mereka dihina oleh orang-orang sombong dan kaya.

    Pemazmur memulai nyanyiannya dengan berbicara seolah-olah untuk dirinya sendiri saja (ay. 1), tetapi tidak lama kemudian berbicara atas nama jemaat. (FAYH) 1 YA Allah, yang bertakhta di surga, kuangkat mataku kepada-Mu. 2 Kita memandang Yahweh, Allah kita, sambil mengharapkan belas kasihan dan kebaikan hati-Nya, sama seperti seorang hamba laki-laki memandang tuannya atau hamba perempuan memandang nyonyanya sambil mengharapkan kemurahannya.

    Pengakuan yang diungkapkan oleh Umat Allah dengan sungguh-sungguh mengenai iman dan pengharapan kepada Allah. Gelar yang diberikan kepada Allah ialah: “ya Engkau yang bersemayam di sorga”. Tuhan Yesus telah mengajar kita bahwa di dalam doa, kita harus memandang Allah sebagai Bapa Kita yang di Sorga. Sorga adalah tempat yang mahatinggi dan mahakuasa. Dari sana, Dia yang berdiam di dalamnya melihat semua kemalangan yang menimpa umat-Nya, lalu datang untuk menyelamatkan.

    Pemazmur sendiri melayangkan matanya kepada Allah. Mata Orang yang baik tetap terarah kepada TUHAN (Maz. 25:15). Setiap kali berdoa, kita mengangkat jiwa kita, mata jiwa kita, kepada Allah, khususnya ketika sedang menghadapi masalah, seperti yang sedang terjadi dalam mazmur ini. Mata yang memandang kepada TUHAN, mata yang dipenuhi keinginan dan doa, tatapan yang memperlihatkan permohonan serta mata yang menunjukkan ketergantungan, hasrat dan pengharapan, tatapan yang penuh kerinduan.

    Mata Kita haruslah memandang kepada Allah yang adalah TUHAN dan Allah Kita, sampai Ia mengasihani Kita. Umat Tuhan mengharapkan belas kasihan dari-Nya, terus berharap agar Dia mau memperlihatkan belas kasihan kepada kita, dan menantikannya sampai belas kasihan-Nya itu dicurahkan.
  1. Mereka Memohon Belas kasihan TUHAN (Mazmur 123:3-4)
    Di sini kita melihat penyerahan diri Umat kepada Allah dengan penuh kerendahan hati di dalam kemalangan atau kesulitan mereka. Mereka tidak menetapkan kepada Allah apa yang harus dilakukan-Nya bagi mereka, atau mengajukan alasan mengapa Allah harus melakukan itu bagi mereka.

    Mereka Menuntut atau Berdoa memohon belaskasihan Allah sebagaimana dalam ayat 3 (FAYH) “Kasihanilah kami, TUHAN, kasihanilah kami, karena kami sudah kenyang dihina dan diejek oleh orang-orang yang kaya dan sombong”. Mereka menjelaskan kesedihan mereka. Kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan. Belas kasihan manusia itu kejam, suka mengejek namun penghiburan kita ialah bahwa pada TUHAN ada kasih setia. Oleh sebab itu, apa pun masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh umat Allah, belas kasihan Allah selalu menjadi Obat Manjur.

Kesimpulan:
TUHAN beranugerah bagi Gereja-Nya untuk hadir di dalam dunia yang dicemari oleh dosa dan sekaligus akan menghadapi berbagai kesulitan hidup. Penyakitkah sebagaimana COVID 19 sekarang ini? kesulitan Ekonomikah? atau penghinaan oleh karena Iman kepada TUHAN?

Kesulitan hidup pasti akan dialami oleh manusia pada umumnya dan Umat Tuhan pada khususnya. Namun Gereja TUHAN akan tetap bertahan bahkan akan bangkit dan menang karena TUHAN yang dipercaya itu hidup, berkuasa dan sedang memperhatikan kesulitan Umat-Nya serta akan segera menolong. Karena DIA berbelas kasihan terhadap Umat-Nya, Jika : Pertama, Terus Berharap pada TUHAN yang akan Berbelas Kasihan dan Kedua, Terus Menuntut dan Berdoa Memohon Belas Kasihan-Nya.

“KESULITAN APAPUN TIDAK AKAN PERNAH LEBIH BESAR DARI BELAS KASIHAN TUHAN BAGI UMAT-NYA”

— Pdt. Nelson Neno, MA

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami