Menu Tutup

Apa yang akan terjadi pada saya jika saya menjadi seorang Kristen?

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kesaksian oleh : Jill, London Inggris

Saya tidak tumbuh dalam keluarga Kristen. Ibu saya memang membawa kami ke gereja ketika kami masih anak-anak tetapi saya tidak memiliki konsep tentang hubungan pribadi dengan Tuhan.

Saya ingat pernah berdoa ketika saya dewasa dan saat itu seorang teman baik saya sakit parah karena kanker. Ketika dia meninggal, saya kehilangan semua minat pada gagasan tentang Tuhan yang pengasih. Saya adalah seorang tipikal gadis kota yang mandiri, pekerjaan yang layak, kehidupan sosial yang baik. Saya tidak punya alasan untuk memikirkan Tuhan saat itu.

Lihat Video   |   Download Video

Pada suatu Sabtu malam saya rebahan di sofa menonton ‘Who Wants to be a Millionaire’ dan sebuah pertanyaan diambil dari isi Alkitab dan saya berpikir harus bisa menjawab pertanyaan itu. Dalam sekejap saya berpikir akan memasukkan Alkitab ke dalam daftar hadiah Natal tahun ini untuk meningkatkan pengetahuan saya.

Kemudian saya bekerja lalu bercerita dengan seorang teman tentang betapa terkejutnya orang tua saya ketika saya meminta sebuah Alkitab untuk hadiah Natal dan percakapan kami didengar oleh seorang kolega yang tidak saya kenal pada saat itu – tetapi saya memperhatikannya. Dia memiliki karakter yang cukup lembut dibandingkan dengan sebagian dari kami yang ada di kantor dan dia tidak sengaja mendengar lalu mendatangi kami dan berkata saya seorang Kristen, dan saat itulah dia memberi tahu saya tentang kursus yang disebut Christianity Explored – sebuah kesempatan untuk menjelajahi agama Kristen melalui Injil Markus.

Saya berpikir, “Tidak mungkin saya melakukan kursus seperti itu.” Bahkan tidak seorang pun yang saya kenal akan melakukan hal itu dan saya pun pasti tidak akan melakukannya. Tidak lama kemudian saya tidak menyangka bisa hadir untuk pelajaran pertama kursus itu. Kesan pertama bagus – ruangan yang bagus, orang-orang yang hidup, percakapan yang baik, saya menyukai format kursus, tetapi saya berpikir, “Baiklah, saya akan datang untuk satu atau dua kali saja, dan kemudian saya akan berhenti. ” Tetapi saya tidak melewatkan satu sesi pun. Secara keseluruhan saya hanya terpesona oleh sosok Yesus dari halaman Injil Markus dan benar-benar berbicara kepada saya.

Dan saya sampai di akhir kursus. Saya memiliki banyak pertanyaan, tetapi saya belum siap menjadi seorang Kristen. Saya terus bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi pada saya jika saya menjadi Kristen? Apakah saya akan menjadi pribadi yang berubah dengan lingkaran cahaya bersinar di atas kepala saya? Bagaimana dengan gaya hidup saya, kebiasaan merokok saya, kebiasaan minum saya, apa pendapat teman dan keluarga tentang saya? ” Saya tidak pernah berpikir bahwa saya adalah tipe orang yang diinginkan Tuhan sebagai seorang Kristen. Tetapi saya mulai berdoa tentang hal itu dan saya pergi ke gereja lebih sering.

Beberapa bulan kemudian lutut saya patah karena kecelakaan ski, yang pada saat itu tidak saya anggap sebagai jawaban atas doa! Saya sangat terpukul karena saya tidak bekerja selama berminggu-minggu. Bagaimana saya bisa bekerja tanpa kehadiran saya – bagaimana saya bisa bertahan tanpa kerja ?!

Tetapi pada saat itulah saya memiliki waktu yang lama untuk menyendiri merenungkan apa yang telah saya pelajari. Saya mendengarkan ceramah Alkitab di kaset dan saya jadi mengerti bahwa tidak harus menjadi baik dan sempurna untuk Tuhan karena Yesus telah mati untuk saya, dan bahwa kehidupan Kristen adalah sebuah perjalanan. Saya ingin Roh Kudus dalam diri saya bekerja dengan saya di setiap langkah dan itu adalah pengalaman yang sangat membebaskan untuk memahami kebenaran itu dan saya masih menggunakan tongkat ketika saya menjadi Kristen.

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kolom Komentar!

Berikan komentar sesuai Pedoman Kami

Baca Artikel Lainnya